Welcome to Widodo's Blog

Membaca untuk mengambil hikmat
Merenung agar bisa lebih bijak
Memahami supaya tak salah menerima

Selasa, 25 September 2012

Beritakanlah !!!


Hymne “Amazing Grace” digubah oleh John Newton sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang dia terima sehingga mengubahnya dari seorang penjual budak menjadi pejuang pembebas perbudakan. Orang yang dulunya tidak menghargai seorang manusia menjadi orang yang mencintai kemanusiaan. Lagu “Amazing Grace” telah menginspirasi banyak orang akan besarnya kasih Allah pada orang berdosa. Tak peduli seberapa buruk masa lalu kita, Kristus mencintai kita dan menginginkan kita menerima kasih-Nya untuk dipakai menjadi pewarta kasih-Nya.
Rahab (pelacur yang menyelamatkan 2 pengintai di Yerikho), Rut (perempuan Moab), dan Batsyeba (istri Uria yang pernah berzinah dengan Daud) pada Matius 1 : 5-6 disebutkan sebagai perempuan-perempuan yang tercatat dalam silsilah Yesus Kristus, sang Juru Selamat. Masa lalu mereka suram. Tapi mereka dipakai Tuhan menjadi bagian dalam rencana keselamatan manusia. Perempuan Samaria di pinggir sumur Yakub –yang kita tidak tahu namanya- telah menjadi pemberita Injil di kotanya karena pertemuannya dengan Yesus. Sukacitanya bertemu Mesias pendorong untuk memberitakan-Nya  membuat dia lupa akan keadaan dirinya yang tercela telah bersuamikan 5 orang (Yoh 4:1-42).
Status dan keadaan masa lalu seringkali jadi penghalang bagi kita untuk memberitakan Injil. Kita cenderung takut kalau orang malah berbalik mencela saat melihat keadaan kita. Kita jadi rendah diri. Intimadasi dari si jahat seakan menekan kita jika kita ingin memberitakan kabar baik dari Allah dengan menunjukkan kelemahan kita itu. Penghalang itu harus disingkirkan agar kita punya keberanian memberitakan Injil pada orang lain. Kasih karunia Allah harus pertama-tama kita terima dan alami sendiri telah mengubahkan hidup kita sebelum kita melangkah untuk menjadi pewarta kasih-Nya dalam Kristus Yesus.

(Pernah diterbitkan sebagai bahan Pendewasaan Iman Warta Jemaat GKI Tegal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads Inside Post